Sabtu, 10 Juli 2010

Paul Gurita Peramal

Paul si Gurita peramal menjadi buah bibir karena tepat dalam memilih pemenang pertandingan di Piala Dunia 2010. Ramalan Paul dilakukan dengan cara memilih satu di antara dua kubus kaca berisi bendera negara lawan.

Namun apakah Anda memperhatikan kalau pilihan Paul selalu jatuh pada negara dengan warna yang lebih mencolok alias terang? Contohnya terjadi saat Jerman dikalahkan Serbia di fase penyisihan Grup.

Paul saat meramalkan Jerman kalah dari Serbia

Warna bendera Serbia adalah paduan warna mencolok, yakni merah, biru, putih, dengan lambang berwarna dasar merah di tengah ketiga warna itu. Paul dengan tangkas memilih warna Serbia dibanding Jerman yang memiliki paduan warna hitam, merah, dan kuning.

Benar saja, ternyata pilihan Paul benar karena Serbia menang 1-0 atas Jerman.

Masuk di fase 16 besar kembali Paul diminta meramalkan pertandingan Jerman kontra Inggris. Di sini warna bendera Jerman lebih nge-jreng dari pada bendera Inggris yang berdasar putih dengan salib besar berwarna merah.

Kembali Paul memilih bendera dengan warna paling mencolok di antara keduanya, yakni Jerman. Sekali lagi 'ramalan' itu benar karena Jerman menang telak 4-1.

Di babak perempat final, gantian Argentina yang disandingkan dengan bendera Jerman. Warna bendera Argentina yang didominasi warna biru lembut dan putih tidak menarik perhatian Paul.

Akhirnya si Gurita yang diasuh Oliver Walenciak memilih warna bendera Jerman. Benar lagi, tim Panser mencukur tim Tango 4-0.

Paul si gurita menjagokan Jerman ungguli Argentina

Namun di semifinal warna bendera Jerman kalah ngejreng dibanding warna bendera Spanyol. Warna bendera tim Matador adalah merah dan kuning dengan logo kerajaan di tengahnya.

Jelas warna ini lebih cerah dibanding bendera Jerman yang memiliki warna hitam. Bisa ditebak kalau si Paul kembali memilih warna yang lebih mencolok yakni milik Spanyol.

Paul  si gurita menjagokan Spanyol ungguli Jerman

Entah terpengaruh atau tidak dengan hasil ramalan itu, Jerman tumbang di tangan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Ramalan ini bahkan sempat membuat Paul sebagai makhluk yang paling dibenci di Jerman.

Lepas dari kontroversi, kembali Paul memilih pemenang untuk partai final antara Spanyol vs Belanda serta perebutan tempat ketiga antara Jerman kontra Uruguay. Seperti yang Anda lihat, warna bendera Belanda merah, putih, biru masih kurang mencolok dibanding bendera Spanyol.

Paul si gurita menjagokan Spanyol ungguli Jerman

Paul si Gurita memilih Jerman dibanding Uruguay

Warna bendera Uruguay pun nyaris sama dengan bendera Argentina. Tak salah bila kemudian Paul memilih Jerman dibanding bendera negara Diego Forlan cs. Apakah hasil ini juga kembali jadi nyata?

Daftar Pencetak Gol Piala Dunia 2010

Topskor Piala Dunia 2010

Update Terakhir: Minggu, 4 Juli 2010 – 03:30 WIB

Pos. Nama Negara Gol (Pen.) Menit MPG
1 David Villa SPA 5 (0) 447′ 89.4
2 Miroslav Klose JER 4 (0) 267′ 66.8
3 Gonzalo Higuain ARG 4 (0) 341′ 85.3
4 Robert Vittek SLW 4 (1) 354′ 88.5
5 Thomas Müller JER 4 (0) 383′ 95.8
6 Wesley Sneijder BLD 4 (0) 442′ 110.5
7 Landon Donovan AS 3 (1) 390′ 130
8 Luis Fabiano BRA 3 (0) 418′ 139.3
9 Luis Suárez URU 3 (0) 452′ 150.7
10 Diego Forlán URU 3 (1) 480′ 160
11 Asamoah Gyan GHA 3 (2) 501′ 167
12 Brett Holman AUS 2 (0) 137′ 68.5
13 Elano BRA 2 (0) 140′ 70
14 Javier Hernández MEK 2 (0) 169′ 84.5
15 Kalu Uche NGA 2 (0) 195′ 97.5
16 Samuel Eto’o KAM 2 (1) 270′ 135
17 Tiago POR 2 (0) 331′ 165.5
18 Carlos Tevez ARG 2 (0) 339′ 169.5
19 Robinho BRA 2 (0) 354′ 177
20 Chung-Yong Lee KRS 2 (0) 359′ 179.5
21 Jung-Soo Lee KRS 2 (0) 360′ 180
22 Keisuke Honda JPN 2 (0) 390′ 195
23 Lukas Podolski JER 2 (0) 441′ 220.5
24 Martín Palermo ARG 1 (0) 9′ 9
25 Kamil Kopunek SLW 1 (0) 22′ 22
26 Liedson POR 1 (0) 32′ 32
27 Fabio Quagliarella ITA 1 (0) 45′ 45
28 Klaas Jan Huntelaar BLD 1 (0) 48′ 48
29 Romaric PGD 1 (0) 99′ 99
30 Cuauhtémoc Blanco MEK 1 (0) 112′ 112
31 Marko Pantelic SER 1 (0) 113′ 113
32 Dimitris Salpigidis YUN 1 (0) 121′ 121
33 Rodrigo Carvajal CIL 1 (0) 125′ 125
34 Cacau JER 1 (0) 132′ 132
35 Sulley Ali Muntari GHA 1 (0) 134′ 134
36 Hugo Almeida POR 1 (0) 135′ 135
37 Mark González CIL 1 (0) 137′ 137
38 Tim Cahill AUS 1 (0) 146′ 146
39 Florent Malouda PRA 1 (0) 150′ 150
40 Shinji Okazaki JPN 1 (0) 152′ 152
41 Antonio Di Natale ITA 1 (0) 153′ 153
42 Salomon Kalou PGD 1 (0) 159′ 159
43 Jermain Defoe ING 1 (0) 172′ 172
44 Zlatan Ljubijankic SVN 1 (0) 173′ 173
45 Jon Dahl Tomasson DEN 1 (0) 175′ 175
46 Arjen Robben BLD 1 (0) 178′ 178
47 Matthew Upson ING 1 (0) 180′ 180
48 Didier Drogba PGD 1 (0) 205′ 205
49 Gelson Fernandes SWI 1 (0) 212′ 212
50 Simão POR 1 (0) 217′ 217
51 Vasilis Torosidis YUN 1 (0) 233′ 233
52 Nicklas Bendtner DEN 1 (0) 242′ 242
53 Milan Jovanovic SER 1 (0) 245′ 245
54 Yakubu Aiyegbeni NGA 1 (1) 250′ 250
55 Valter Birsa SVN 1 (0) 261′ 261
56 Siphiwe Tshabalala AFS 1 (0) 270′ 270
Bongani Khumalo AFS 1 (0) 270′ 270
Katlego Mphela AFS 1 (0) 270′ 270
Robert Koren SVN 1 (0) 270′ 270
Winston Reid SEL 1 (0) 270′ 270
Shane Smeltz SEL 1 (0) 270′ 270
Daniele De Rossi ITA 1 (0) 270′ 270
Vincenzo Iaquinta ITA 1 (1) 270′ 270
Dennis Rommedahl DEN 1 (0) 270′ 270
Yun Nam Ji KRU 1 (0) 270′ 270
Yaya Touré PGD 1 (0) 270′ 270
57 Alvaro Pereira URU 1 (0) 327′ 327
58 Raúl Meireles POR 1 (0) 328′ 328
59 Andrés Iniesta SPA 1 (0) 347′ 347
60 Chu-Young Park KRS 1 (0) 349′ 349
61 Ji-Sung Park KRS 1 (0) 360′ 360
Steven Gerrard ING 1 (0) 360′ 360
Rafa Márquez MEK 1 (0) 360′ 360
Jean Beausejour CIL 1 (0) 360′ 360
Cristiano Ronaldo POR 1 (0) 360′ 360
Gabriel Heinze ARG 1 (0) 360′ 360
62 Robin Van Persie BLD 1 (0) 388′ 388
63 Michael Bradley AS 1 (0) 390′ 390
Clint Dempsey AS 1 (0) 390′ 390
Yasuhito Endo JPN 1 (0) 390′ 390
Antolín Alcaraz PAR 1 (0) 390′ 390
64 Mesut Özil JER 1 (0) 407′ 407
65 Enrique Vera PAR 1 (0) 416′ 416
66 Dirk Kuyt BLD 1 (0) 425′ 425
67 Maicon BRA 1 (0) 450′ 450
Juan BRA 1 (0) 450′ 450
Martín Demichelis ARG 1 (0) 450′ 450
Arne Friedrich JER 1 (0) 450′ 450
68 Cristian Riveros PAR 1 (0) 480′ 480
69 Kevin-Prince Boateng GHA 1 (0) 506′ 506